Kisah Pemulung yang Sukses Jadi Juragan Kaya Raya dengan Omset Rp 750 Juta per Bulan - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan

Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan

Posted on

Siapa sangka jika hanya bermodal mengolah sampah, seorang pria di Semarang mampu mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Tentu saja, hal tersebut tak terjadi semudah membalik telapak tangan. Ada usaha dan kemauan keras untuk meraih kesuksesan tersebut.

Lika-liku kehidupan inilah yang sempat dialami oleh Samad. Menjadi seorang pemulung sampah sejak kecil, hal tersebut justru memacu dirinya hingga sukses menjadi seorang yang terpandang di daerahnya. Dari usahanya tersebut, Samad bahkan sanggup meraih omset hingga Rp750 juta per bulannya.

Loading...

Tekuni profesi sebagai pemulung sejak kecil

Samad telah bekerja sebagai pemungut sampah sejak kecil - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan
Samad telah bekerja sebagai pemungut sampah sejak kecil [sumber gambar]

Memungut sampah bukanlah sesuatu yang baru bagi Samad. Sejak kecil, pria asal Kaligondang, Kabupaten Demak itu kerap membantu sang ibu bekerja mencari barang-barang bekas dan sampah yang kemudian dijual kembali. Setelah sekian lama bekerja, Samad pun mencoba untuk membuka usaha sendiri sebagai pengepul barang bekas. Ia pun meminjam uang sebagai modal usaha dari ibunya.

Dirikan usaha pengepul barang bekas yang menjadi cikal bakal usahanya

Ilustrasi setor barang bekas - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan
Ilustrasi setor barang bekas [sumber gambar]

Samad pun berhasil mendirikan usaha pengepul barang bekas yang kemudian dinamakan Sumber Nikmat. Bukan tanpa sebab, dirinya memberi nama tersebut karena ingin agar usahanya memberikan kenikmatan saat bekerja bagi para pemulung. Ada kurang lebih 250 pemulung yang rajin menjual barang-barang bekas seperti plastik, kardus , hingga besi.

Sukses menjadi pengusaha pengepul rongsokan dengan omset hingga Rp750 juta per bulan

Ilustrasi tumpukan barang rongsokan - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan
Ilustrasi tumpukan barang rongsokan [sumber gambar]

Setelah lima tahun berjalan, Samad sukses mengembangkan usahanya hingga memiliki 50 orang karyawan dam omsetnya mencapai Rp750 juta per bulan. Hebatnya, ia kerap memotivasi sekaligus memberikan penghargaan para pemulung yang menyetorkan barang pada dirinya. “Setiap kami melaksanakan ulang tahun pernikahan, kami memberi penghargaan pada mereka,” ujar Nanik Wijiastuti, istri Samad dikutip dari Merdeka.com (12/03/2020).

Berdayakan pemulung dengan membuka buku tabungan untuk mereka

Ilustrasi pengepul barang bekas - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan
Ilustrasi pengepul barang bekas [sumber gambar]

Demi mengangkat derajat para pemulung yang rutin menyetor ke tempatnya, Samad membuka buk tabungan untuk mereka sebagai simpanan rutin. Hal tersebut ternyata memiliki tujuan mulia, yakni agar mereka bisa menyimpan uangnya sehingga tidak terhambur sia-sia maupun meminimalisir agar tidak tercecer atau hilang di jalan.

Berencana memberangkatkan para pemulung ke tanah suci

Samad sukses berdayakan pemulung - Awalnya Pemulung, tapi Pria Ini Akhirnya jadi Juragan Tajir dengan Omset Rp750 Juta Sebulan
Samad sukses berdayakan pemulung [sumber gambar]

Selain membuka tabungan untuk mereka, Samad juga ingin memberangkatkan para pemulung tersebut untuk umrah, sebagai rencana jangka pendeknya. Namun, ia juga berharap jika uang tabungan bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin ada pemulung yang bisa berangkat ke tanah suci. “Kami punya angan-angan untuk memberangkatkan mereka umrah. Sekarang kami lagi mencari waktu yang pas,” ujar Samad yang dikutip dari Merdeka.com (12/03/2020).

Usaha yang dirintis oleh Samad sedari awal kini telah memberikan banyak hal pada dirinya. Tak hanya tercukupi secara finansial, tapi juga berhasil memberdayakan para pemulung yang juga menjadi salah satu faktor keberhasilannya mengembangkan usaha. Hebat ya Sahabat Boombastis.

Leave a Reply