puspo wardoyo 20151229 170439 - Punya 4 Istri, Begini Cara Pengusaha Puspo Wardoyo Terapkan Adil dan Jaga Kerukunan Rumah Tangga

Punya 4 Istri, Begini Cara Pengusaha Puspo Wardoyo Terapkan Adil dan Jaga Kerukunan Rumah Tangga

Posted on

Puspo Wardoyo, tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi juga kehidupan poligami yang ia jalani.

Pendiri usaha Ayam Bakar Wong Solo ini diketahui memiliki empat orang istri.

Loading...

Setelah menikah pertama pada tahun 1979, Puspo menikah dengan istri kedua di tahun 1996.

Hanya berselang satu tahun, Puspo menikah dengan istri ketiga. Kemudian Puspo kembali menikah keempat kalinya pada tahun 1999.

Lantas bagaimana Puspo berlaku adil terhadap empat istri dan keluarganya?

“Dalam hukum Islam yang saya yakini, adil itu sesuai dengan kebutuhan, adil tidak harus sama,” ungkapnya saat menjadi bintang tamu program Ngobrol Sore Tribunnews.com, Rabu (21/10/2020).

“Utamanya adil secara nafkah dan pertemuan,” imbuhnya.

Puspo mengatakan adil tidak terletak dalam perasaan dan tidak bisa diukur.

“Secara manusiawi, perasaan itu pasti ada kecenderungan.”

“Jadi adil dalam nafkah kehidupan, kalau perasaan ya memang susah untuk diukur,” ungkapnya.

Jaga Kerukunan

Sementara itu untuk menjaga kerukunan keluarga besar, Puspo menilai pendidikan agama sebagai hal utama.

“Keluarga kita didik agama, kadang kita pengajian bersama-sama melalui zoom, dan sering ketemu,” kata Puspo.

Anak-anak Puspo sejak kecil juga diberikan pendidikan dan pemahaman mengenai Islam.

“Sejak kecil anak saya sekolahkan di pondok pesantren sampai lulus SMA,” kata Puspo.

Sejumlah anak Puspo bahkan sudah menjadi hafiz atau penghafal Al-Quran.

“Alhamdulillah, meski saya nggak hafiz, anak saya yang hafiz,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Puspo menyebut harus ada rasa tanggung jawab untuk mendidik seluruh anggota keluarga.

“Istri itu melihat apa yang saya lakukan juga karena Allah.”

“Apa yang saya lakukan selama tidak melanggar syariat saya tidak takut dan istri saya tahu,” ungkapnya.

Keadaan Mendukung Poligami

Sementara itu Puspo menyebut dasar poligami yang ia lakukan merupakan sebuah kebutuhan. Di samping itu, Puspo menilai dirinya telah mampu untuk berpoligami.

“Situasi itu mendukung untuk saya, ekonomi mampu, agama saya juga mampu.”

“Saya juga konsekuen dengan keluarga saya dan kepemimpinan saya juga bisa mengatur dan bisa berbuat adil,” ungkapnya.

Poligami yang dilakukan Puspo tidak didasari oleh rasa bosan atau lunturnya rasa cinta dengan istri sebelumnya.

“Saya nikah itu bukan karena tidak cinta, tapi justru saat cinta-cintanya.”

“Banyak orang yang gagal poligami karena niatnya cari istri kedua karena udah bosen, udah nggak cinta, bahaya itu,” ungkapnya.

Puspo menilai kondisinya sudah bisa dimaklumi oleh istri-istri dan keluarga besarnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply